Jumat, 01 Juli 2016

The True Knowledge

 (“The only true wisdom is in knowing you know nothing.” Socrates) itulah kutipan yang terdapat dalam blog ini, namun itu bukanlah sekedar kutipan biasa dari seorang filsuf yang telah melegenda dari athena, Socrates, kutipan tersebut sangat relevan bahkan sampai akhir dari peradaban manusia, mengapa?

 Rasa ingin tau membuat manusia bergerak maju dalam rangka mengembangkan dan mempertahankan kehidupannya , rasa ingin tau juga mendorong manusia melakukan penelitian ilmiah dan disiplin ilmu, hal hal yang tercipta dan hadir di kehidupan kita saat ini berawal dari pemikiran serta rasa ingin tau , inilah awal dari terciptanya pengetahuan, pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang hadir dan terwujud dalam jiwa dan pikiran seseorang baik yang didapat dari dalam diri maupun dari luar diri kita. 

 Pengetahuan dari luar didapat dari sekolah, buku pembelajaran dan ajaran dari seorang guru, namun pengetahuan yang didapatkan dari luar diri itu semua merupakan pengetahuan "pinjaman" , pengetahuan yang nantinya akan hilang seiring waktu karena pengaruh usia atau akhir dari hidup sesorang itu sendiri, , sedangkan pengetahuan dari dalam  merupakan pengetahuan yang muncul melalui kesadaran, pengetahuan ini disebut dengan kebijaksanaan, apakah kebijaksanaan bisa disebut sebagai pengetahuan? 

 seperti penjelasan sebelumnya pengetahuan adalah wujud dari pemikiran dan jiwa, pengetahuan inilah yang disebut dengan pengetahuan sejati (the true knowledge), pengetahuan ini tidak sekedar didapatkan melalui buku sekolah, guru maupun para master tetapi ini didapatkan melalui sebuah proses panjang pencarian jati diri, keputusasaan dan keteguhan hati sehingga munculah kebijaksanaan yang akan membawa kedamaian di setiap langkah kehidupannya. Pengetahuan memang selalu ada dan akan terus berkembang seiring waktu, pengetahuan memberikan kita harapan akan masa depan dan akan terus menyertai kita di setiap jaman kehidupan manusia.

                                                                                                       Agus Andi Dwipayana
                                                                                                       (peace seekers)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar